Sejarah Pakaian Muslim: Perkembangan Pakaian Muslim di Masa Kolonial hingga Saat Ini (SEJARAH ISLAM - Bagian 5)

 Artikel ini merupakan bagain 5 dari seri Sejarah Islam yang membahas perkembangan pakaian Muslim dari masa ke masa.

(ilustrasi pakaian di zaman kolonialisme.
sumber: wikimedia commons)

Pada masa tiga kekaisaran besar islam, pakaian muslim menjadi simbol peradaban dan berkembang dalam sistem sosial yang relatif stabil. Namun, menjelang akhir era kekaisaran besar Islam, perubahan global mulai mempengaruhi struktur politik Utsmani, Safawi, dan Mughal yang saat itu sedang melemah sehingga terbukanya jalan bagi kekuatan Eropa ke wilayah-wilayah muslim. Bukan hanya melalui penaklukan militer, tetapi kerapi kali masuk melalui perdagangan, misi diplomatik, dan pengaruh budaya yang mengakar.

Pakaian menjadi salah satu yang mengalami perubahan. Pakaian muslim yang sebelumnya menjadibagian dari tatanan sosial, pada akhirnya mulai dipinggirkan dan dibatsi perannya dalam ruang publik. Bagi masyarakat muslim, ini menjadi awal masa kolonial, bukan hanya dari segi politik tetapi kultural. Cara berpakaian berada di bawah tekanan norma-norma baru yang dibawa kolonialisme. Di sinilah pakaian muslim mulai menyesuaikan identitas yang akan membentuk karakter pakaian muslim hingga saat ini.

A.      Pakaian Muslim di Masa Kolonial

(ilustrasi pakaian di masa kolonialisme
sumber: wikimedia commons)

Pada masa kolonial, pakaian muslim mengalami transformasi dikarenakan pengaruh kolonialisme. Penguasa kolonial saat itu memperkenalkan gaya busana mereka seperti jas, celana panjang, topi, dan gaun. Saat itu, pakaian tradisional islam diasosiasikan sebagai keterbelakangan sedangkan pakaian barat dipromosikan sebagai standar kemajuan. Fungsi pakaian islam pun di masa kolonial bukan hanya kewajiban syariat dalam menutup aurat, tetapi menjadi simbol penting identitas budaya, ketahanan, dan bahkan perlawanan terhadap pengaruh budaya barat. Terdapat pula asimilasi budaya antara gaya kolonial dan budaya lokal yang sudah lebih dulu berasimilasi dengan nilai-nilai islam, seperti contohnya penggunaan peci dengan jas atau kemeja.

Untuk ragam pakaian, laki-laki islam di masa kolonial menggunakan sarung yang merupakan bawahan yang umum digunakan sehari-hari dan untuk acara keagamaan, peci/kopiah yang kerap dipadukan dengan jas atau kemeja. Kemudian ada gamis/jubah yang merupakan pengaruh dari Timur Tengah dan merupakan pakaian longgar yang dikendal di masa Nabi dan kerap digunakan oleh sebagian muslim taat. Di masa kolonial, pakaian perang suci seperti yang dipakai perang oleh Diponegoro, sebuah pakaian serba putih yang terdiri dari celana, jubah, dan penutup kepala putih menjadi simbol perjuangan dan religiusitas.

(lukisan Pangeran Diponegoro
karya Basuki Abdullah)

Untuk perempuan islam di masa kolonial, penggunaan kebaya dan sarung atau kain batik sudah menjadi pakaian sehari-hari yang umum bagi perempuan pribumi. Penggunaan penutup kepala untuk perempuan islam di masa kolonial dimulai dari wanita bangsawan Makassar yang mengadopsi jilbab pada abad ke-17, kemudian menyebar ke Jawa pada awal 1900-an. Namun, terdapat gaya dan tingkat kepatuhan bervariasi tergantung pada daerah, status sosial, dan interpretasi keagamaan individu.


B.      Pakaian Muslim di Masa Kebangkitan Islam Modern

(pagelaran busana tahun 1991. sumber: kompas)

Pada masa kebangkitan islam modern, pakaian umat muslim mengalami transformasi signifikan dan kembali kepada nilai-nilai kesopanan dan penegasan identitas muslim dengan pakaian longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh, menutup aurat, bahan ringan dan warna dan gaya sederhana. Pada periode ini, mulai bermunculan desainer pakaian islam dan dimulailah industri fesyen muslim dengan salah satu pelopor penting di Indonesia adalah Anne Rufaidah dan Ida Royani.

Di periode ini, pakaian tradisional dan sederhana menjadi pilihan mode yang lebih beragam dan ekspresif dan pemakaian jilbab lebih populer. Adapun gaya pakaian populer di masa kebangkitan islam adalah gamis/abaya menjadi yang sangat umum di negara muslim, tunik dan celana panjang atau rok panjang yang telah dikombinasikan dan cocok untuk perempuan aktif agar lebih mudah bergerak, penutup kepala atau jilbab/kerudung dengan tren yang mulai berkesperimen dengan berbagai macam cara mengikat dan menata kerudung. Untuk warna, cukup populer mengenakan warna cerah dan motif bunga-bunga atau kotak-kotak.

Untuk pakaian pria, pada umumnya mengenakan pakaian panjang dan longgar seperti pakaian terusan selutut atau semata kaki yang dikenal dengan nama thawb atau jubah yang populer di negara Arab dan sebagai simbol identitas muslim secara universal. Kemudian ada kemeja tunik yang biasanya mencapai panjang bawah lutut dan dipadukan dengan celana panjang atau sarung. Untuk penutup kepala, ada peci (kufi) atau serban (turban). Pemilihan warna biasanya netral atau putih karena dianggap mencerminkan kesederhanaan.


C.      Pakaian Muslim Era Kontemporer

(pakaian muslim kontemporer oleh Milameilia Signature)


Memasuki abad ke-21, islam memulai tantangan baru berupa globalisasi, kapitalisme budaya, dan arus informasi digital. Pakaian islam di era kontemporer ini merupakan perpaduan antara tuntutan syariat, yaitu menutup aurat, sopan, dan tidak ketat dengan gaya yang mengikuti tren. Di era konteporer, pakaian muslim berkembang menjadi modest fashion global hingga menciptakan industri halal fashion yang fokus memproduksi pakaian dan aksesoris sesuai dengan prinsip islam dengan melibatkan inovasi desain dengan tetap mengutamakan syariat dalam agama islam.

Karakteristik utama tetap berprinsip menutup aurat seluruh tubuh sesuai yang telah diatur oleh syariat, sopan dan tidak ketat dengan pakaian longgar yang tidak membentuk lekuk tubuh seperti gamis, tunik, dan kaftan. Kepatuhan akan syariat dan estetika modern dipadukan sehingga menciptakan desain yang stylish dan relevan dengan zaman. Desainer muslim juga tidak lupa mencampurkan tren global termasuk gaya Y2K dengan warna cerah, celana longgar, layering.

Adapun jenis pakaian populer dan mendominasi pakaian muslimah kontemporer meliputi kaftan yang sering dihiasi renda atau detail lainnya yang biasanya populer untuk perayaan idul fitri, abaya yang sudah disulap menjadi lebih modis dengan berbagai hiasan, gamis yang biasanya lebih umum untuk menjadi pilihan utama untuk pakaian sehari-hari, kemudian ada tunik yang kerap dipadukan dengan celana panjang atau rok untuk tampilan yang lebih santai dan sopan. Untuk penutup kepala, biasanya perempuan muslim mengenakan varian gaya hijam yang beragam, dari model sederhana hingga gaya yang lebih kompleks.

Untuk laki-laki muslim, pakaian yang dikenakan merupakan perpaduan tradisional dan modern yang tetap menekankan pada kesopanan, kenyamanan, dan gaya hidup. Pakaian muslim laki-laki paling umum di Indonesia adalah baju koko. Baju koko mempunya desain minimalis dengan kerah pendek, warna monokrom dengan aksen bordir yang halus dan minimalis dan bahkan ada yang tanpa bordir. Selain baju koko, ada juga kurta yang berasal dari India. Kurta biasanya memiliki panjang hingga lutut atau sedikit di atas lutut yang sering dipadukan dengan celana jeans, celana chino, atau celana panjang biasa untuk tampilan yang lebih stylish. Ada juga thobe/jubah/kandura yang umum di Arab namun di era kontemporer mendapat sentuhan modern dalam hal potongan, warna, dan detail saku.

Perkembangan pakaian muslim dari masa Jahiliyah hingga masa kini menunjukkan bahwa pakaian muslim bersifat statis dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, konteks politik, sosial, budaya namun tetap pada prinsip nilai-nilai dalam syariat islam. Pakaian muslim dari masa Jahiliyah hingga di era global yang serba visual menunjukkan perjalanan umat islam itu sendiri yang terus berupaya menggabungkan nilai-nilai islami dan perkembangan zaman. Hal ini menjadikan pakaian sebagai saksi perjalanan peradaban islam yang terus bergerak, berubah namun tidak meninggalkan nilai-nilai dasarnya.


Selesai juga rangkaian perekembangan busana muslim dari Jahiliyah hingga masa kini. Semoga suka dan menambah wawasan!


Support kami  terus ya supaya kami bisa membuat konten-konten yang bermanfaat. Support kami dengan traktir kita cendol ya biar otaknya freshhhh😋teer.id/bomijoha

Ada saran konten lain? Bisa hubungi kita di:

instagram: @t.leesuceratops / @bomijoha21

tiktok: @tleesuceratops

twitter (x): @bomijoha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Pakaian Muslim: Dari Jahiliyah hingga Awal Peradaban Islam (SEJARAH ISLAM - Bagian 1)

Sejarah Pakaian Muslim: Masa Khulafaur Rasyidin hingga Dinasti Abbasiyah (SEJARAH ISLAM - Bagian 2)